Mediaolahraga, Keputusan Manchester United untuk menggantikan David de Gea dengan Andre Onana terus menjadi topik perdebatan, terlebih setelah performa Onana yang tidak konsisten. Sementara itu, di Italia, De Gea kembali bersinar bersama Fiorentina, membuat sebagian penggemar MU bertanya-tanya apakah keputusan mengganti kiper ini adalah langkah yang benar.
Penampilan Andre Onana Musim Ini
Musim debut Onana bersama MU dimulai dengan janji besar. Dalam lima pertandingan pertama Premier League, ia mencatat empat clean sheet. Namun, performa itu tidak berlanjut. Dari 22 pertandingan, Onana hanya mencatat enam clean sheet, sementara MU kebobolan 32 gol. Persentase penyelamatannya pun rendah, hanya 63,64%, dengan tiga kesalahan fatal yang berujung pada gol lawan.
Meskipun akurasi umpan pendek Onana cukup baik di angka 72,89%, ketidakmampuannya menjaga stabilitas pertahanan membuat MU sering berada dalam posisi sulit. Dengan klub yang terancam mendekati zona degradasi, tekanan pada Onana semakin besar.
Kebangkitan David de Gea di Fiorentina
Berbeda dengan Onana, David de Gea menemukan kembali performa terbaiknya di Fiorentina. Meski sempat menurun di akhir masa baktinya bersama MU, De Gea kini tampil konsisten di Serie A. Dalam 18 pertandingan, ia mencatat tujuh clean sheet, kebobolan 14 gol lebih sedikit dibanding Onana, dan memiliki persentase penyelamatan lebih tinggi (72,73%).
Selain itu, De Gea berhasil menyelamatkan dua penalti musim ini, menunjukkan kemampuannya yang masih relevan di level tinggi. Kebangkitannya menjadi bukti bahwa lingkungan baru dapat memberikan dampak besar pada performa seorang pemain.
Perbandingan Statistik Onana vs De Gea Musim 2024-’25
Statistik | Andre Onana | David de Gea |
---|---|---|
Pertandingan | 22 | 18 |
Clean Sheets | 6 | 7 |
Gol Kebobolan | 32 | 18 |
Persentase Penyelamatan | 63,64% | 72,73% |
Penalti Diselamatkan | 1 | 2 |
Akurasi Umpan Pendek | 72,89% | 70,9% |
Akurasi Umpan Jarak Jauh | 32,46% | 47,18% |
Masa Depan Posisi Kiper di MU
Meskipun ada seruan dari beberapa penggemar untuk membawa kembali De Gea, kemungkinan itu kecil. Manajemen MU, terutama di bawah pengawasan Sir Jim Ratcliffe dan INEOS, tampaknya fokus pada masa depan ketimbang nostalgia.
Namun, sejarah menunjukkan bahwa MU pernah keluar dari krisis kiper dengan mendatangkan Edwin van der Sar pada usia 34 tahun. Langkah serupa bisa saja menjadi solusi jika Onana gagal menunjukkan konsistensi.